Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Hormon Testosteron Pada Wanita

Testosteron adalah hormon yang terdapat pada pria. Hormon ini mulai meningkat terutama saat laki-laki mengalami masa pubertas. Selain itu, hormon ini juga mempengaruhi tingkat libido pada pria. Faktanya, pria usia di atas 35 tahun mengalami produksi penurunan homon testosteron sebesar satu persen tiap tahunnya.

Jadi, semakin tua usia pria, semakin menurun juga hormon testosteron yang ada dalam tubuhnya. Namun, tahukah anda kalau hormon testosteron juga terdapat pada wanita? Hormon testosteron pada wanita tentu saja jumlahnya tidak sebanyak pada pria. Fungsi hormon ini bersama dengan hormon estrogen adalah menjaga reproduksi pada perempuan, memelihara kesehatan tulang, dan juga menjaga tingkah laku. Kadar hormon testosteron yang normal pada wanita adalah lima bilas sampai tujuh puluh nanogram per desiliter. Namun, pada beberapa wanita dijumpai kadar hormon testosteron yang terbilang tinggi. Kadar hormon testosteron yang tinggi pada wanita bisa mempengarui fisik dan juga kesehatan secara keseluruhan. Beberapa wanita ditemukan memiliki suara yang dalam dan bertubuh maskulin. Berikut akan dibahas faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan tingginya hormon testosteron pada perempuan.

hormon testosteron pada wanita Lower Testosterone Levels Step

1.Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK)

Yang dimaksud HAK adalah kelainan turunan yang mempengaruhi kinerja hormon adrenal. Kelenjar ini mempengaruhi hormon kortisol dan aldosteron, yang memiliki peran untuk mengelola metabolisme dan tekanan darah. Wanita yang menderita kondisi ini juga cenderung memiliki kadar hormon testosteron tinggi.

2.Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS adalah kelainan hormon yang biasanya ditemukan pada wanita berusia siap untuk reproduksi. Bahkan, jumlah penderita PCOS cukup banyak yaitu dari 8% sampai 20% wanita di Indonesia menderita PCOS. Biasanya, wanita yang menderita penyakit ini berusia 20 sampai 30 tahun. Tapi, penyakit ini juga bisa menyerang anak perempuan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan hormon testosteron tinggi pada wanita sehingga mempengaruhi hormon lain yang berperan pada organ reproduksi.

3.Hirsutisme

Kondisi ini ditandai dengan tumbuhnya rambut di area yang tidak sewajarnya untuk wanita. Area-area yang perlu dicurigai adalah dada, punggung, dan wajah. Biasanya, rambut yang tumbuh di area tersebut berwarna gelap dan lebih kasar. Tumbuhnya rambut di area yang tidak wajar tersebut memang dipengaruhi oleh genetik. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa wanita yang menderita hirsutisme memiliki kadar hormom testosteron yang tinggi. Hormon ini bisa mengaktifkan kelenjar rambut di area yang semestinya tidak ditumbuhi rambut pada tubuh wanita.

hormon testosteron pada wanita Terapi Hormon pada Wanita

Faktor-faktor di atas adalah beberapa faktor yang mempengaruhi hormon testosteron pada wanita. Lantas, bagaimana cara menanganinya? Sampai saat ini, terapi yang dilakukan untuk menyeimbangkan kadar hormon adalah suntik hormon. Biasanya, dilakukan suntik hormon estrogen, yaitu hormon yang terdapat pada perempuan. Gunanya adalah untuk menekan kadar hormon testosteron dalam tubuh. Sayangnya, harga suntik hormon juga tidak bisa dibilang murah. Mungkin sebagian besar dari anda kesulitan biaya. Salah satu terapi alternatif yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi tahu. Tahu memiliki zat yang mampu menaikkan kadar hormon estrogen. Anda perlu mengkonsumsi 300 sampai 500 gram tahu setiap harinya. Sebaiknya, tahu hanya direbus agar gizinya tidak jauh berubah. Namun, jika anda merasa rasanya terlalu hambar, anda bisa menambahkan sedikit garam dan merica. Kebanyakan hormon testosteron pada beberapa wanita memang menyulitkan untuk memiliki keturunan. Tapi, hal itu bukan mustahil. Banyak wanita yang memiliki hormon testosteron tinggi tapi masih bisa memiliki keturunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *