Hati-Hati Dengan Sinyal Bullish Dan Bearish Palsu

Istilah bullish dan bearish dalam dunia trading alias perdagangan digital secara resmi tidak diketahui pasti kapan dan oleh siapa yang mempopulerkannya itu. Meski begitu, semua trader di seluruh belahan dunia mana pun seolah sudah sepakat bahwa bullish adalah sebutan untuk sinyal harga yang bergerak naik, dan bearish adalah kebalikannya. Itulah mengapa strategi-strategi trading dari mana pun pasti menggunakan istilah-istilah yang sama pula.

Kesamaan istilah yang digunakan di belahan dunia manapun itu tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para trader, khususnya para trader pemula. Pasalnya mereka dapat dengan mudah mempelajari berbagai ilmu trading dari siapa pun. Asalkan tentu saja memahami bahasa yang digunakan oleh orang yang berbagi ilmu trading miliknya itu.

Berbicara soal strategi dalam trading, ada yang disebut dengan strategi analisis teknikal. Strategi itu sendiri merupakan upaya membaca pergerakan harga berdasarkan kebiasaan suatu candle harga pada periode maupun pola bentuk pergerakan yang sama yang pernah terjadi sebelumnya. Misalnya rumus paling dasar dari strategi analisis teknikal ini adalah ketika candle harga bergerak naik membentuk tren bullish, maka harga akan cenderung terus naik dalam beberapa saat ke depan. Begitupun sebaliknya untuk rumus membaca candle bearish dengan pola serupa.

bullish Pengenalan Technical Analysis dan Fundamental Analysis

Tetapi sering sekali ada yang disebut dengan istilah sinyal palsu, yaitu keadaan saat sinyal bearish maupun bullish justru berbalik arah. Karena itulah selain membaca pergerakan candle harga sedang bearish atau bullish, juga perlu bantuan strategi lain seperti menggunakan indikator. Beberapa indikator yang biasa digunakan dan cukup membantu adalah sebagai berikut.

1.Moving Average

Indikator pertama yang paling sering digunakan para trader untuk melengkapi strategi trading mereka yaitu moving average atau biasa disebut pula dengan MA. Cara kerja indikator yang satu ini terbilang mudah, yaitu apabila deretan candle yang sedang bullish masih berada di atas garis MA, maka itu artinya pergerakan harga masih tetap naik. Nantinya ketika candle-candle harga telah berbalik arah dari bullish ke bearish hingga menembus garis MA, maka artinya harga akan merangkak turun.

2.Relative Strength Index

Indikator berikutnya ini biasa disingkat dengan sebutan RSI yang dari namanya saja sudah jelas menunjukkan bahwa indikator ini akan menunjukkan data terkait kekuatan pasar. Dengan mengetahu hal tersebut maka akan diketahui kondisi overbought alias bullish yang berlebihan dan oversold alias bearish yang berlebihan. Cara memanfaatkannya pun tak kalah mudah daripada indikator Moving Average, dimana ketika candle bullish telah mencapai garis batas atas RSI, artinya pembalikan tren harga menjadi bearish akan segera terjadi.

bullish Candlestick bentuk dan sifat bearish

Indikator di atas merupakan indikator yang bisa dikatakan paling populer untuk menghindari pembacaan sinyal bullish maupun bearish palsu. Beberapa trader atau bahkan sebagian besar menggabungkan penggunaan indikator di atas untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Tetapi tidak sedikit pula trader yang hanya mengandalkan salah satu indikator saja.

Selain memanfaatkan indikator untuk meramu strategi trading yang lebih profitable, jam terbang alias pengalaman juga tetap diperlukan. Itulah sebabnya bagi para trader pemula lebih baik berlatih terlebih dahulu menggunakan akun demo yang banyak disediakan broker-broker trading. Lamanya tentu tergantung kemampuan masing-masing dalam memahami dan kemudian mengaplikasikannya di akun dem, tetapi secara umum para trader profesional menyarankan latihan dengan akun demo setidaknya 6 bulan lamanya. Ditambah lagi selama masa latihan dengan akun demo, pelajari pula strategi analisis fundamental agar tidak hanya mengandalkan strategi analisis teknikal saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *