Tips Jitu Melakukan Investasi Saham Syariah Untuk Pemula

Dewasa ini, pengembangan saham syariah mulai berkembang pesat. Hal ini dikarenakan saham syariah dinilai lebih baik dalam melakukan pengelolaan risiko dan keberlanjutannya. Namun, kegiatan investasi saham syariah juga harus dipertimbangkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Yuk simak beberapa hal yang harus anda perhatikan..

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Berinvestasi Di Saham Syariah

1. Gunakan SOTS

Saham syariah telah membuka program secara online yang dapat anda coba melalui Shariah Online Trading System (SOTS). Dalam hal ini, sudah terdapat 18 broker saham syariah yang sudah memiliki beragam sistem dan disertifikasi oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

Investasi Saham Syariah

Begitu pula, transaksi yang dilakukan pada kegiatan jual beli saham ini juga disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. Tentunya, pembelian transaksi saham syariah ini hanya boleh dilakukan dengan cara tunai, sehingga tidak ada margin trading yang dilakukan. Selain itu, investor yang melakukan transaki saham syariah juga tidak dapat melakukan penjualan saham yang belum dimiliki.

2. Membuka DES

Saham syariah juga telah terdaftar dalam daftar efek Syariah melalui Otoritas Jasa Keuangan yang bisa anda peroleh melalui rekening saham konvensional yang dimiliki. Dalam hal ini, daftar efek syariah (DES) akan diterbitkan pada akhir Mei atau November dalam setiap tahun dan dilakukan secara berkala.

Begitu pula, DES banyak memuat berbagai saham syariah. Dalam hal ini, sudah terdapat 423 saham di BEI yang masuk dalam DES pada November 2019. Tentunya, berbagai saham yang masuk dalam daftar ini dapat berubah sewaktu-waktu. Beberapa jenis saham perbankan yang masuk dalam jenis saham ini diantaranya BRIS, BTPS dan PNBS.

3. Dimulai Dari Modal Kecil

Sebagaimana saham konvensional, investasi saham syariah juga dapat dilakukan dengan modal yang kecil. Tentunya, hal ini dapat berguna untuk mencegah kerugian besar yang dapat ditimbulkan dari kegiatan investasi ini. Bahkan, beberapa saham syariah juga dapat dibeli dengan uang kurang dari satu juta.

4. Menganalisa Sebelum Melakukan Investasi

Kegiatan investasi memang sebaiknya dilakukan dengan cara memahami instrumen dan melakukan kegiatan analisa sebelum memulainya. Sebagaimana saham konvensional, anda juga perlu melakukan analisa fundamental (kinerja perusahaan) dan analisa teknikal (berdasarkan pola, pergerakan grafik dan tren).

Investasi Saham Syariah

Meskipun terdapat tren kegiatan analisa yang ajeg, namun setiap investor pasti memiliki banyak cara dalam melakukan kegiatan analisis untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh. Tentunya, para investor juga melakukan kegiatan analisis tersebut untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan. Untuk itu, sebagai pemula anda perlu memahami secara lebih lanjut kegiatan ini.

5. Lakukan Kegiatan Review Secara Berkala

Selain itu, kinerja saham syariah juga perlu periksa secara berkala. Dalam hal ini, anda bisa mereview koleksi saham anda dalam kurun waktu 1 bulan, 3 bulan, 9 bulan, 12 bulan dan selanjutnya. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan investasi yang anda lakukan sudah benar.

Begitu pula, kegiatan review yang dilakukan juga dapat membuat anda membentuk suatu strategi dalam melakukan penjualan saham syariah ini. Tentunya, anda dapat melakukan penjualan maupun pertimbangan lain agar tidak terjadi resiko kerugian besar yang tidak diharapkan.

Kegiatan investasi yang dilakukan menggunakan saham syariah dan saham konvensional pada dasarnya tidak jauh berbeda. Namun, prinsip-prinsip dasar yang diterapkan adalah pembeda dari kedua jenis saham ini. Oleh karena itu, beberapa tips di atas merupakan hal-hal yang dapat anda lakukan dalam melakukan kegiatan investasi di saham syariah untuk mendapatkan keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *