Wajib Tahu, Berikut Ragam Upaya Pemerintah Dalam Menangani Pandemi Covid

Hadirnya virus Corona yang menyebabkan menyebar dengan cepat dan menjadi pandemi di berbagai Negara menimbulkan banyak kekhawatiran. Sehingga, hal tersebut mendorong pejabat Negara untuk melakukan berbagai upaya serta mengambil kebijakan untuk menangani penyebaran Covid-19. Yuk, simak ragam upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi.

Upaya Pejabat Negara Dalam Menangani Pandemi Corona

1. Siap Siaga

Di akhir tahun 2019, dunia telah digemparkan dengan hadirnya wabah virus Corona yang hampir menyerang seluruh Negara, tak terkecuali Indonesia. Penyebarannya yang cepat ini, mendorong para pejabat Negara untuk mengambil kebijakan guna menangani serangan virus Corona. Maka, di awal tahun 2020 , Presiden Indonesia mengambil tindakan siap siaga dengan memerintah kedutaan Indonesia di China untuk memberi perhatian khusus pada WNI.

Pemerintah Dalam Menangani Pandemi covid

Tak hanya itu, tindakan siaga juga dilakukan oleh pejabat daerah dengan cara menyiagakan 100 buah rumah sakit. Selain rumah sakit, kesiapsiagaan juga dilakukan pada 135 bandara serta pelabuhan Internasional, dengan cara memasang pendeteksi suhu tubuh. Kesiagaan juga dilakukan dengan memberikan karantina bagi warga Negara yang memasuki Indonesia.

2. Jaga Pertumbuhan Ekonomi Untuk Antisipasi Pandemi

Upaya tersebut dilakukan mulai awal Februari 2020, dimana untuk meningkatkan kesiagaan dalam mencegah penyebaran Corona, pejabat Negara melakukan tindakan penutupan sementara penerbangan dari dan ke daratan China. Tak hanya itu, pejabat Negara juga menghentikan sementara pemberian visa kunjungan dan on arrival bagi warga China.

Selain itu, para pejabat Negara juga melakukan evakuasi WNI yang berada di Wuhan untuk kembali ke Indonesia. Dilanjutkan, dengan memberikan karantina pada WNI, sebagai langkah agar warga yang baru datang dari Wuhan tersebut tidak menularkan virus. Untuk menangani penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi, pejabat negara juga memberikan insentif fisikal bagi bidang yang terdampak, salah satunya adalah pariwisata.

3. Babak Baru Penanganan Covid

Pada bulan Maret 2020, Indonesia telah memasuki babak baru penanganan Covid-19, menyusul dari pengumuman Presiden yang menyatakan bahwa ada dua warga yang terjangkit virus Corona setelah dirawat di rumah sakit. Adanya pengumuman tersebut, tentunya membuat kepanikan terjadi pada semua lapisan masyarakat, sehingga terjadinya panic buying. Kemudian, semakin bertambahnya waktu penyebaran virus terjadi semakin cepat.

Untuk mengatasi kondisi ini, pejabat Negara mengambil langkah strategis di bidang kesehatan, dengan cara menambah jumlah rumah sakit rujukan Covid-19. Karena semakin merebaknya virus tersebut, maka dikeluarkan himbauan untuk melakukan kegiatan pembelajaran di rumah bagi siswa dan mahasiswa. Kemudian, disusul dengan menyerukan himbauan untuk melakukan kerja di rumah.

4. Pembatasan Sosial Berskala Besar

Untuk memutus mata rantai dan melindungi warga dari resiko penularan Covid-19, maka di awal memasuki bulan April 2020 Presiden Jokowi menetapkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar, dimana dalam peraturan ini melarang warga untuk masuk maupun keluar dari daerah yang menerapkan PSBB. Kemudian, tak lama setelah itu, pada bulan Mei pemerintah memberikan larangan untuk melakukan mudik.

Pemerintah Dalam Menangani Pandemi Presiden Jokowi Terima Prabowo di Istana Merdeka

5. New Normal

Dengan melakukan PSBB, pastinya akan membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas, sehingga secara tidak langsung membuat pertumbuhan ekonomi cenderung semakin menurun. Sehingga, agar kondisi perekonomian menjadi kondusif, maka pejabat Negara mulai menerapkan tatanan normal baru. Sehingga, pelaku bisnis bisa membuka usahanya kembali asalkan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Beragam upaya telah dilakukan oleh para pejabat Negara guna menangani masalah pandemi yang telah terjadi saat ini. Berbagai tindakan tersebut diambil agar memutus mata rantai penyebaran Covid serta mengatasi permasalahan yang timbul akibat serangan wabah mematikan tersebut. Tak hanya pejabat Negara saja, peran serta dari masyarakat juga dibutuhkan untuk mengatasi hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *