Yuk Simak Penyebab Paru-Paru Basah, Beserta Gejala dan Cara Pengobatannya

Penyakit ini merupakan gambaran adanya peradangan pada paru-paru, karena adanya timbunan cairan di jaringan paru. Efek ini terjadi akibat infeksi bakteri atau virus yang menutup kantung udara di paru-paru. Penyakit ini bisa berakibat serius jika diderita oleh orang yang memiliki daya tahan lemah. Penderita pneumonia paling beresiko untuk terkena penyakit ini, karena menghimpit saluran pernapasan. Simak ulasannya di berikut ini.

Penyakit yang Menyelubungi Paru-paru

Beberapa orang salah mengira bahwa penyakit ini sama dengan pneumonia, atau infeksi pada kantong udara. Namun anggapan tersebut kurang tepat karena pneumonia merupakan salah satu gejalanya. Terkadang juga diikuti dengan beberpaa kesehatan yang turut menjadi pemicunya. Biasanya gejala penyakit tidak tampak meskipun penderitanya sudah mengidap cukup lama. Penderita paru-paru basah baru terdeteksi saat Ia melakukan pemerikasaan rontgen.

Mengapa penyakit ini bisa terjadi? Hal ini akan terjadi ketikan cairan belebihan terdapat di antara rongga paru dan dada. Disana terdapat membran tipis yang bernama pleura yang menyelubungi bagian luar paru-paru. Dalam keadaan normal cairan pleura berguna untuk melumasi paru-paru. Dan digunakan untuk mengembang dan mengempiskan rongga dada, saat manusia bernapas. Kemudian akan terjadi efusi pleura dimana cairan berlebihan menumpuk di sekitar pleura.

Jika penyakit ini sudah memasuki tahap yang lebih parah, maka beresiko terjadi kematian. Pasien umumnya hanya mampu bertahan selama 30 hari, namun hal ini bukanlah sebuah patokan umur. Penyakit ini bisa terjadi pada siapapun baik anak-anak maupun orang dewasa. Hal ini disebabkan karena banyak orang tidak menerapkan pola hidup sehat, dan cenderung menggampangkan kesehatan.

Penyebab yang Menginfeksi Paru-paru

Penyebab paru-paru basah kemungkinan besar berasal dari virus dan bakteri, serta hidup yang kurang bersih. Terdapat bakteri bernama Streptococcus Pneumoniae yang paling sering menyerang paru-paru. Ada pula bakteri Legionella Pneumophilia dan Mycoplasma Pneumoniae, yang disebabkan oelh penularan kuman dari orang lain. Atau bisa diakibatkan karena penggunaan alat ventilator dalam jangka waktu panjang.

Kedua bisa diakibatkan oleh infeksi virus yang disebabkan oleh penyakit flu, dan bronkitis pada usia balita. Namun pengidapnya dapat sembuh sendiri dalam 1-3 minggu tanpa pengobatan. Selain itu infeksi jamur juga menganggu sistem kekebalan tubuh dan memicu terjadinya penyakit paru-paru. Pada kasus tertentu jamur jenis Cryptococcus dan Histoplasmosis, yang menyelubungi efusi pleura.

Gejala yang Ditumbulkan oleh Sakit Paru-paru

Penderita akan memperlihatkan beberapa gejala yang kerap kali diabaikan. Ia akan mengalami batuk kering yang disertai dahak berwarna kuning. Secara perlahan batuk akan semakin sakit dan mengeluarkan darah bersama dahak. Semakin lama tampak gejala nyeri dada bersamaan dengan batuk. Napas penderita bertambah berat dan terasa sesak bahkan ketika Ia sedang beristirahat.

Kondisi ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan gangguan paru-paru. Penderita mengalami napas pendek-pendek bahkan hanya berjalan beberapa meter saja. Ia akan kehilangan nafsu makan dan kurang kuat melakukan aktivitas fisik. Dalam satu hari Ia mengalami mual dan muntah, yang berujung diare berkepanjangan. Jika sudah begini anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terkait.

Penyakit yang menyerang paru-paru memang tidak bisa disepelekan, karena berhubungan dengan saluran pernapasan. Kondisi ini terjadi karena membran pleura yang dipenuhi oleh cairan, dan menghimpit antara paru serta rongga dada. Hal ini dikarenakan penularan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Penderitanya akan mengalami infeksi dan batu berdahak disertai darah. Setelah itu kehilangan nafsu makan dan sesak napas saat istirahat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *